Selasa, 11 Februari 2014

Manusia Smurf ada di kehidupan nyata?




Hi, florist~^^
Kali ini Gardener akan memberikan informasi seputar penyakit kulit atau lebih tepatnya lagi kelainan yang bisa dibilang cukup aneh, baiklah untuk menambah benih-benih ilmu langsung saja.

Siapa sih yang tidak tau film atau serial animasi The Smurfs-terkecuali mereka yang tidak tau- :D
itu loh kumpulan tokoh 3D animasi television franchise yang diadaptasi dari buku komik dengan ciri khas warna kulitnya biru. Baiklah lalu apa hubungannya dengan info penyakit kali ini? tentu saja ada, bicara soal 'Kulit Biru' ternyata di kehidupan nyata manusia smurf itu ada lho. Lalu apakah nama penyakitnya?
Argyria
Argyria merupakan kondisi yang disebabkan oleh penggunaan benda logam perak atau keracunan perak. gejala Argyria yang paling dramatis adalah kulit akan berubah menjai berwarna biru atau abu-abu kebiruan, hal ini di sebabkan karena penggunaan yang berlebihan. Nah, pada tahun 2008 lalu, seorang wartawan ABC mewawancari Karason, pria paruh baya asal US ini mengatakan bahwa sudah 40 tahun kulitnya menjadi biru setelah ia mengkonsumsi koloid perak untuk mengurangi rasa sakit yand dideritanya yaitu masalah asam refluks dan arthritis. Ini sudah dimulai sekitar satu dekade yang lalu, ketika ia melihat sebuah iklan di majalah kesehatan yang menjanjikan peremajaan kulit dengan menggunakan koloid perak, maka dari itu dia tertarik untuk mengkonsumsinya.

Lalu, setiap hari Karason mengkonsumsi koloid perak yang dilarutkan dalam minumam sebanyak 10 ons setiap hari. Dan terbukti koloid perak itu berhasil menghilangkan penyakit asam refluks dan arthritis yang ada di dalam tubuhnya.

"Setelah mengkonsumsi koloid perak selama berminggu-minggu, masalah asam refluks dan arthritis telah hilang seluruhnya di tubuh saya," kata Karason.

Tapi, dalam beberapa bulan selanjutnya kulit Karason mulai berubah menjadi warna biru. Perubahan warna itu terjadi secara bertahap, bahkan Karason pun tidak menyadari perubahan warna itu sebelum temannya memberitahukan.

"Dia (temannya) berkata ada apa dengan wajah saya, apakah sedang memakai make up? Setelah itu saya baru sadar kalau kulit di wajahnya mulai berubah dari putih menjadi warna biru," ujar Karason.

Meskipun Karason sudah menghentikan mengkonsumsi koloid perak, tapi tetap saja warna kulitnya masih berwarna biru sampai dia meninggal dunia pada oktober 2013 lalu.

Tak lama setelah Karason menderita Argyria akibat banyak mengkonsumsi koloid perak, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, mulai melarang penggunaan koloid perak dalam obat-obatan.

Reference: http://www.zonakesehatan.info

Semoga benih-benih ilmunya bisa bermanfaat, Amin ~ ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar